Skip to main content

Posts

Kisah Sahabat Nabi yang Memimpikan Neraka

  PADA zaman Rasulullah saw, jika para sahabat yang mulia bermimpi, biasanya mereka akan menceritakannya kepada Baginda Rasul. Suatu malam, seorang sahabat nabi yang masih remaja bernama Abdullah bin Umar ra, pergi ke masjid Nabawi. Dia membaca Al-Quran sampai kelelahan. Setelah membaca Al-Quran cukup lama, dia hendak tidur. Seperti biasa, sebelum tidur dia menyucikan dirinya dengan cara berwudhu, baru kemudian merebahkan badan dan berdoa.Sambil pelan-pelan memejamkan mata, Abdullah bin Umar terus bertasbih menyebut nama Allah hingga akhirnya terlelap. Di dalam tidurnya yang nyenyak, dia bermimpi. Dalam mimpinya, dia berjumpa dengan malaikat. Tanpa berkata apa-apa dua malaikat itu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka. Dalam mimpinya, neraka itu bagaikan sumur yang menyalakan api berkobar-kobar. Luar biasa panasnya. Di dalam neraka itu, dia melihat orang-orang yang telah dikenalnya. Mereka terpanggang dan menaggung siksa yang tiada tara pedihnya. Menyaksika...

Wasiet (3)

  MALAM kian larut. Ibnu baru saja selesai bersih-bersih. Rak burger miliknya kini terlihat kinclong. Diki tak lagi terlihat di meja pesanan tadi. Mungkin ia sudah pulang. Ia biasa membayar burger di kasir. Sementara Wahyu, salah seorang pelayan di Warkop pinggir kali, terlihat sibuk dengan telepon di sudut warung. Ia sedang menelpon pujaan hatinya yang ia kenal melalui akun Facebook. Padahal ia dan wanita pujaan yang diteleponnya tiap dini hari tadi, belum pernah ketemu langsung. “Yu, aku pulang dulu ya,” kata Ibnu mencoba basa-basi dengan Wahyu dari kejauhan. Basa basi Ibnu dibalas dengan acungan jempol oleh pemuda berwajah ‘Batak’ itu. “Iya bang. Bang Thoyib dapat salam nie dari Nina,” ujar Wahyu. “Iya. Salam balik sama pacarmu itu. Tiap malam kau ajak dia ngeronda. Sakit nanti,” balas Ibnu sambil terkekeh. Ibnu tak lagi mendengar omelan Wahyu karena candaannya tadi. Ia bergegas ke arah Supra Fit miliknya yang terparkir di sisi kanan Warkop. Dinyalakannya dan bergegas menuju jal...

Wasiet (2)

  IBNU tersentak. Kata ‘Thoyib’ membangunnya dari lamunan. Ibnu mencoba tersenyum. Ia memang memiliki nama keren di Warkop tempatnya numpang jualan burger itu. Di sana ia dipanggil dengan sebutan Bang Thoyib. Panggilan Bang Thayib disematkan padanya karena ia jarang pulang kampung. Toh, ia kini memang tak memiliki kampung halaman. Konflik telah merampas seluruh kehidupannya. Ia telah kehilangan segalanya. Ibnu mencoba tersenyum ke arah pelanggannya tadi. “Tunggu sebentar ya. Saya buati dulu,” ujarnya kemudian. Tangan Ibnu kemudian bergerak cekatan. Ia mengambil roti serta mentega. Dalam sekejab, burger telur yang menjadi menu andalannya pun siap. Ia kemudian mengantarnya ke meja yang memesan tadi. Lelaki muda yang duduk di sana pun tersenyum melihat pesanannya tiba. “Makasih Bang. Mantap nie bau-nya,” ujar lelaki muda tadi. Mendengar hal itu, Ibnu tersenyum. Ia senang jika pengunjung Warkop menyukai burger bikinannya itu. “Cepat di makan. Kok makan malam-malam? Entar sakit,” tanya ...

Kisah Rabi'ah al-Adawiyyah, Perempuan Sufi yang Menginspirasi

  Kisah Rabi'ah al-Adawiyyah, Perempuan Sufi yang Menginspirasi   Rabi’ah al Adawiyah adalah seorang penyair, dan salah satu  sufi  yang terkenal dengan konsep mahabbahnya. Konsep tersebut yakni bertutur perihal cinta seorang hamba kepada Tuhannya tanpa syarat, yakni tanpa takut atas api siksa neraka maupun harapan ihwal kenikmatan surga, cinta yang murni tanpa balasan. Rabi’ah al Adawiya lahir sekitar 95-99 Hijriah di Bashrah, Irak. Rabi’ah tumbuh di keluarga yang miskin dengan rumah gelap gulita, tanpa penerangan sama sekali. Ia yang menjadi yatim piatu kelak melewati masa kelaparan serta dijual sebagai budak. Setelah tuannya membebaskannya karena setia pada Tuhan, dia hidup dalam kesendirian di luar Basra, di Irak modern. Pengalaman cinta ilahi menginspirasi Rabi'ah, dia dianggap sebagai salah satu wanita sufi pertama dalam Islam, dan yang pertama dalam barisan panjang mistik  sufi  wanita. Lahirnya Rabiah dan Mimpi Seorang Ayah Melihat Nabi Mu...

Kisah Rasulullah menghukum Kaab bin Malik tak diajak bicara 50 hari

    Salah satu perang kenamaan di masa Rasulullah adalah Perang Tabuk. Perang ini terjadi pada tahun kesembilan Hijriah, tepatnya pada bulan Rajab. Berdasarkan beberapa riwayat, seperti dalam kitab Sirah Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam, perang ini merupakan perang yang berat karena cuaca yang kering, keadaan paceklik, serta lokasi peperangan yang jauh. Kisah berikut disarikan dari keterangan kitab tersebut. Di antara rombongan umat muslim itu, tersebutlah Kaab bin Malik yang tidak ikut serta dalam keberangkatan menuju Perang Tabuk. Sebelumnya, Kaab bin Malik dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang terpercaya, golongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan selalu mengikuti perang bersama Nabi. Orang-orang tidak meragukan keimanannya. Sayangnya, pada perang Tabuk ini, Kaab bin Malik ketinggalan rombongan sebab keterlambatannya dalam menyiapkan perbekalan. Saat Kaab masih bingung dalam persiapan menuju medan perang Tabuk, ternyata Nabi dan sahabat lain sudah berge...

[Cerbung] Wasiet (1)

  1 Januari 2018 JALANAN Kota Banda Aceh mulai sepi. Padahal ini adalah malam yang special. Ya, malam pergantian tahun. Jam menunjukan pukul 00.02 dini hari. Baru beberapa detik tahun berganti. Di televisi, suara kembang api meletus berulangkali terdengar. Warga Jakarta bersorak gembira. Muda-mudi menyambut letusan tersebut dengan suka cita. Seorang pembawa acara wanita, tampil seksi. Ia berkoar-koar soal harapan dan doa di tahun baru ini. Ia diapit oleh dua pembawa acara pria yang memakai jas hitam. Acara itu di live satu jam yang lalu. “Semoga Allah Swt memberi rezeki yang lancar di tahun baru ini. Rezeki yang halal serta bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” teriak perempuan tadi bersamaan dengan layar kamera yang menyorot kembang api meledak di udara. “Tum, tum, tum.” “Tum, tum, tum….tum.” Suara itu terdengar berulang kali. Kamera kemudian kembali menyorot si perempuan seksi tadi. Ia sangat rupawan dan memiliki postur tubuh yang indah. Kulitnya putih mulus. Ia menarik rok mer...