(Rino Roy Vandi, Foto: Dok. Pribadi) Oleh Rino Roy Vandi* Di abad ke-21, kata merdeka menjadi jargon yang dielu-elukan dalam dunia pendidikan. Kurikulum merdeka, belajar merdeka, kampus merdeka semuanya seolah menjanjikan kebebasan berpikir, kemandirian belajar, dan ruang luas bagi kreativitas peserta didik. Namun, di balik semangat itu, muncul sebuah paradoks yang menggelisahkan: mengapa di era kebebasan belajar justru kita menemukan gejala, penurunan Intelligence Quotient (IQ), penurunan minat baca, penurunan Motivasi belajar dan beberapa aspek lain yang kian hari semakin jauh dari kata membaik. Judul ini tentu provokatif, bahkan terdengar kasar. Namun bukanlah hinaan, melainkan kritik reflektif terhadap kondisi pendidikan modern yang sering kali merayakan kebebasan tanpa kesiapan, fleksibilitas tanpa kedalaman, dan inovasi tanpa fondasi berpikir yang kuat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh World Population Review pada tahun 2024, Data IQ rata-rata Peserta Didik Indones...