Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2022

Wasiet ( 12 )

+++ UJIAN akhir sekolah berjalan dengan mulus. Riska yakin bakal dapat nilai bagus dan lulus dengan prediket terbaik. Namun hal itu semakin membuatnya dilema. Dilema karena ia bersyukur bakal segera bertemu dengan ayahnya di Aceh. Namun di sisi lain, ia juga bakal segera berpisah dengan Si Mbok, Tante Uti dan teman-temannya di Ngawi. Ada banyak kenangannya di Ngawi. Ia juga tak lagi berziarah di makam ibunya saat sedih atau rindu. Ia tak bisa lagi makan Tepo Tahu kesukaannya di warung Mang Rojak dan menghabis waktu di sana bersama Sri dan Dela. Ia akan kangen dengan kedua sahabatnya itu. Tawa dan canda mereka yang selalu mengisi hari-harinya selama ini. Aceh, adalah nama asing yang kian akrab dengannya selama beberapa tahun terakhir. Negeri asing yang akan segera ditempatinya nanti selama beberapa tahun kedepan, atau minimal hingga ayahnya kembali pindah tugas ke tempat lainnya. Ia berat untuk pergi ke Aceh. Namun di sanalah, ayahnya kini berada. “Percaya Nak, kau akan jatuh hati denga

Kisah Ummu Umarah, Wanita Pertama yang Menjadi Prajurit Nabi Muhammad SAW

  Apakah masih banyak yang berpikir bahwa tugas seorang perempuan hanyalah sebagai ibu rumah tangga? Apakah mereka tidak boleh memiliki peran dalam kehidupan masyarakat? Pemikiran seperti itu sepertinya memang sudah seharusnya dihilangkan di zaman sekarang, mengingat kini sudah banyak perempuan yang masih berkarier, di samping perannya sebagai ibu rumah tangga. Memang sih, perempuan identik dengan sifatnya yang lemah lembut. Tapi, apakah hanya sifat itu saja? Tentu saja tidak. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada salah seorang perempuan yang dikenal gagah berani dan tak kenal takut, Ummu Umarah namanya. Anak dari Ka'ab bin Amr dan Rabab binti Abdullah bin Habib ini memiliki dua saudara kandung yang bernama Abdullah bin Ka'ab dan Abu Laila Abdurrahman bin Ka'ab. Mungkin sebagai umat Muslim, kalian hanya mengetahui bahwa orang-orang yang ikutserta dalam berperang hanyalah kaum laki-laki saja. Ummu Umarah sepertinya akan mematahkan anggapan itu. Dia adalah sahabat Nabi Muh

Wasiet (11)

  Penulis Musa AM BAGI Riska kuliah di Aceh adalah pilihan paling sulit. Ia belum rela pisah dengan Si Mbok. Ia juga belum rela pisah dengan Dela dan Sri. Dari kecil, ia tidak pernah pergi jauh dari Ngawi. Ia sekolah dasar hingga menengah atas, yang cuma berjarak tiga kilo dari rumahnya. Namun di sisi lain, ia juga sudah terlanjur janji dengan ayahnya untuk menyusul ke Aceh begitu ia lulus SMA. Ayahnya kini menagih janji itu. Ia juga sudah didaftar di salah satu universitas di Aceh. Riska sendiri, banyak menerima informasi tak sedap soal Aceh belakangan ini. “Ganja, GAM dan tsunami,” kata Supriadi, tetangganya saat ditanya soal Aceh. “Orang GAM tak suka orang Jawa. Orang Jawa diusir dari Aceh. Banyak yang dibunuh,” kata Paijo, teman sekolahnya. “Di sana sering terjadi gempa dan rawan Tsunami. Jika pindah ke sana, kamu bisa jadi korban tsunami,” ulas Tante Uti, adik ayahnya, saat ditanya pertanyaan yang sama soal Aceh. Dari semua jawaban yang ia terima terkait Aceh, hanya penjelasan Del