Skip to main content

bahasa aceh Part 6

 


Budaya berbahasa Aceh lazim digunakan dalam kehidupan sehari hari, dan ini merupakan salah satu karakter asli orang Aceh. Salah satu contoh cara  membedakan orang asli Aceh atau bukan dapat dilihat dari berbicara  dengan lahirnya aksen, lekuk lidah yang khas yang hadir ketika berkomunikasi, kebanyakan dari orang asli Aceh akan kelihatan logatnya  saat berbicara.

Bahasa merupakan cermin identitas dari adat budaya suatu masyarakat, apabila ingin mengenal karakter suatu masyarakat salah satunya kita harus memahami bahasanya.  Bahasa Aceh merupakan bahasa pada umumnya paling banyak digunakan oleh masyarakat Aceh, yakni sekitar 70% dari total penduduk Aceh (Daud, 1997:10, Daud and Durie, 1999:1)

  1. Kamoe: Kami
  2. Aduen: Abang
  3. Kee: Aku
  4. Aneuk: Anak
  5. Bit: Benar
  6. Gata: Anda, sudara
  7. Le: Banyak
  8. Eh: Tidur
  9. Bek: Jangan
  10. Boh: Buah
  11. Saleh: Salih
  12. Kamoe: Kami
  13. Aduen: Abang
  14. Kee: Aku
  15. Aneuk: Anak
  16. Bit: Benar
  17. Gata: Anda, sudara
  18. Le: Banyak
  19. Eh: Tidur
  20. Bek: Jangan
  21. Boh: Buah
  22. Saleh: Salih
  23. Peu haba: apa kabar
  24. Bu: nasi
  25. Beudoh: bangun
  26.  Bek: jangan
  27. Brok: buruk
  28. Catok: cangkul
  29. Akhee: akhir
  30. Lam: dalam
  31. Umue : umur
  32. Hudep: hidup
  33. Troh: tiba
  34. phom: paham
  35. Teusimpan: tersimpan
  36. Teu-uke: terukir
  37. Butoi: beutoi
  38. Bungong: bunga
  39. Tagisa: berputar
  40. Peunawa: penawar
  41. Pat: di mana
  42. Meusapat: berkumpul
  43. Jinoe: sekarang
  44. Gadoeh: hilang
  45. Eu: lihat
  46. Tuboeh: tubuh
  47. Nyang: yang
  48. Ka: sudah
  49. Peuet: empat
  50. Peumeuah: memaafkan
  51. Bloe: beli


Comments

Popular posts from this blog

Mudifah atau kunjungannya anak pondok

Hari kunjungan atau yang mereka sebutkan mudifah merupakan hari yang menyenangkan bagi anak pondok pesantren, karena hari itu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Yups, hari yang begitu special seperti lebarannya anak pondok.pada hari kunjungan mereka bisa bertemu dengan sanak family dan semua keluarga besarnya, bayangkan mulai pagi hari mereka udah mulai antri hp dipengasuhan dengan batas waktu yang ditentukan mereka lengkap memesan semua pesanan sama keluarganya, yang paling utama adalah makanan, mulai dari nasi sampai dengan makanan penutup. Yang penulis herankan, terkadang dari segoni pesanannya cuma satu  yang dimakan,padahal semua makanan yang pesan sama aja dengan makanan sehari-hari di pondok juga, ah mungkin itu bawaan dari orangtua jadi berasal paling maknyuus gitu. Mudifah kata yang tak asing bagi penghuni pondok, yang kata mereka pondok adalah penjara suci,,,banyak istilah bagi mereka anak pondok, ada yang namanya penjara suci ?? tidak  lain adalah pesantren. Jadi...

JUJUR MENUJU KEMENANGAN

Puji dan syukur marilah sama-sama kita ucapkan kehadiran Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan NikmatNya kepda kita semua. Allah yang telah menghiasi manusia dengan kejujuran menghiasi malam dengan bulan purnama. Shalawat dan salam marilah sama-sama kita sanjungkan kepada seorang pemuda arab,imam diwaktu sholat ,pemimpin diwaktu perang, buah hati siti aminah dan jantung hati siti khadijah. Tidak lain dan tidak bukan yakni nabi besar Muhammad SAW. Yang telah menuntut umat manusia dari alam yang salam kea lam yang benar, dari alam yang penuh kebohongan ke alam yang penuh kejujuran. Bapak dewan hakim, bapak dan ibu pendamping, teman –teman peserta lomba, dan hadirin yang saya hormati. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan pidato dengan judul: “JUJUR MENUJU KEMENANGAN ” Tema kejujuran tengah menjadi buah bibir banyak orang. Dikoran, televise, warung kopi, ruang belajar bahkan dipasar. Kejujuran hadir dengan gaung yang membahana. Kita seakan baru mengenal k...

Rajah dan Penyakit Mistis di Aceh

Rajah dan Penyakit Mistis di Aceh by   Atjeh Watch     19/02/2022   in   Sejarah   Ilustrasi boneka voodoo, sihir, dukun. (Photo by Desertrose7 on Pixabay) Facebook Twitter WhatsApp Line Telegram Email Share Nusantara lekat dengan ragam praktik magis, salah satunya ialah rajah. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, rajah dijelaskan ke dalam beberapa pengertian, yang pada dasarnya mengarah kepada satu tujuan, yaitu digunakan sebagai azimat untuk menolak penyakit dan sebagainya. Dalam Seri Informasi Budaya berjudul “Rajah” Salah Satu Pengobatan Tradisional Ureueng Aceh terbitan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh 2010, rajah diartikan sebagai mantra/doa atau simbol-simbol seperti tato pada masyarakat suku Maya dan Anca di Amerika. Selain dalam bentuk visual, rajah juga diucapkan secara lisan. Kendati cukup banyak tersebar di tengah masyarakat, rajah biasanya dipelajari secara turun-temurun alias diwariskan kepada keluarga atau ...