Skip to main content

Sepercik Cinta dan Hidayah


Hasil gambar untuk gambar kartun muslimah lagi bertemu

Part 2
Bel sudah berbunyi, pertanda jam belajar sudah berakhir untuk hari ini. seperti biasa sambil menunggu dijemput, aku selalu membiasakan diri untuk sholat terlebih dahulu mengingat jarak dari sekolah dan rumah aku sekarang bisa dikatakan sangat jauh dibandingkan sekolah dulu yang sangat dekat. Sambil berjalan menuju musalla tatapan aku hanya fokus kebawah dan cuek dengan keadaan sekitar. Aku memang memang mempunyai karakter cuek dan pendiam tapi super cerewet dengan mereka yang sudah aku kenal.selesai sholat aku bergegas menunggu jemputan didepan sekolah  dengan sedikit mengulang-ngulang hafalaan semalam dalam hati.

“Fitraaaaaah......”

“Aku tidak menolehnya bahkan tidak tahu” syarifah memanggilku

“Fitrah” dengan gaya syarifah yang mulai kesel

“Iya peh” sahutku , kenapa sih jutek banget

“Fit aku kayak paduan suara panggil kamu, liat itu mereka pada liat kesini berasa akan terkenal kalau begini setiap hari” sahut ipeh

Kak Akmal jemput kamu eh maksudnya kamu dijemput. Heheeee, dengan berbalik arah syarifah langsung mengatakan “ dah aku pulang ya ukhti fitrah, cepat yang jemput kamu udah kering nungguin dari tadi ”

Heheeeee, aku tertawa sambil melihat tingkah lucu syarifah, aku memang paling lama dalam segala hal. Sejak pindah kesini Syarifahnsalah satu teman yang dekat denganku . aku bergegas lari kegerbang sekolah dan langsung pulang kerumah.

Sesampai drumah aku langsung ganti pakaian istirahat sebentar dan malamnya latihan tilawah persiapan lomba provinsi. Dirumah aku selalu bercerita dengan cecek ( adik mama) setiap harinya apa aja yang aku alami disekolah dan cecek selalu mendengar celotehan aku. Kami memang memiliki karakter yang sama alias sama-sama cuek dan sama tinggi eh aku sedikit lebih tinggi darinya ( terkadang yang buat aku kesel kalau lagi keluar dengan cecek, orang-orang mengatakan kami teman dan cecek selalu senyum mendengar komentarnya). Cecek orang paling tahu tentang aku dan teman curhatku. Kami memang seperti best friend, dan cecek menjadi motivasi aku dalam berjilbab syar’i.

Keesokan paginya sesampai disekolah ipeh ( nama panggilannya)  langsung menemui aku.

“Fiit”

“Iyaa, ada apa ipeh cantiik”

“Wajah sumringah, nanti istirahat kita rapat osis ya di Aula”

“iya”

 Dirapat banyak hal yang kami diskusikan termasuk dibidang agama, akmal sangat serius dalam membahas kegiatan kedepan yang akan kita lakukan. Setelah sejam lebih kami rapat akhirnya semua selesai, saat mau keluar dari aula tiba-tiba kak akmal melihat kearah kami
seolah-olah mau mengatakan sesuatu, aku tetap saja menunduk dan ipeh sibuk melihat kiri kanan, terlihatlah wajah kak akmal ketempat kami, syarifah langsung tersenyum dan berkata.

 “ kak”

“Iyaa”,,, kami duluan kak sahut ipeh.

“Padahal aku ingin lanjut bicara tapi ipeh langsung memotong pembicaraannya” kata akmal dalam hati.

“Mal, itu fitrah yaa anak baru yang suara tilawahnya bagus itu” kata teman-teman akmal
“Itu syarifah temannya yang disamping syarifah itu namanya fitrah, tapi aku belum sempat bicara mereka udah keluar aula”

Hahaaaaaaa, teman-temannya tertawa. Mulut kamu saja tidak bergerak tadi mal, gaya kamu mau bicara sama fitrah, tapi fitrah anggun sekali anaknya ya mal ! wajar saja semenjak fitrah pindah kesini kamu nggak pernah libur sekolah bahkan rapat osis saja kamu semangat sekali.

“Tapi kapan aku bisa berbicara dengannya” sahut akmal

“Tenaang Mal”, semua ad waktunya

“Iya waktu sekolah kita tinggal beberapa bulan lagi” sahut akmal dengan nada rendah, udah ayo kita kembali ke kelas sambil keluar aula dengan terburu-buru mengingat mereka udah telat masuk kelas setengah jam dan dikoridor akmal berpas-pasan dengan fitrah yang mau kekamar mandi

“Eh fitrah” kata akmal dengan nada terkejut betapa tidak yang barusan dibicarakannya kini berada tepat didepannya.
“BERSAMBUNG”



Comments