laporan praktikum organik

Label:


 
I. JUDUL PERCOBAAN                : IDENTIFIKASI BEBERAPA  UNSUR
   PENYUSUN SENYAWA ORGANIK
II.  TANGGAL PERCOBAAN      : 2 Maret 2012
III.  TUJUAN PERCOBAAN           : Membuktikan Beberapa Unsur Penyusun     Senyawa Organik.
IV.  DASAR TEORI                                    :
Menurut Tim Eramedia (2008 : 482) Menyatakan bahwa, “Senyawa organik adalah senyawa yang terdiri atas karbon dan hidrogen, umumnya polar, dengan atau tanpa oksigen, nitrogen atau unsur lain. Kecuali pada senyawa yang karbonnya tak memainkan peranan penting seperti dalam karbonat, dikelompokkan sebagai senyawa aromatic dan senyawa alifatik.
Menurut Raymond chang (2004 : 332) Menyatakan bahwa, “Semua senyawa organik merupakan turunan dari golongan senyawa yang dikenal sebagai hidrokarbon (hydrocarbon) sebab senyawa tersebut terbuat hanya dari hydrogen dan karbon.
Menurut David (2003 : 119) Menyatakan bahwa, “Senyawa organik yang mengandung sedikitnya satu ikatan antara karbon dengan karbon, dan karbon dengan hidrogen (urea dan tiourea adalah senyawa yang dapat dianggap sebagai senyawa organik walaupun tidak memenuhi definisi ini), selain karbon dan hidrogen, unsur yang paling sering dijumpai terdapat dalam senyawa organik adalah oksigen, nitrogen, posfor, belerang dan halogen.






V. ALAT DAN BAHAN     :
A. ALAT        :
Alat-alat yang digunakan pada pratikum adalah gelas kimia, tabung reaksi, cawan penguap, pipa bengkok, statif dan klem, pembakar Bunsen, tutup gabus, kawat tembaga, penjepit tabung, dan corong.

B. BAHAN     :
Bahan-bahan yang digunakan pada pratikum adalah bubuk tembaga II oksida, tepung terigu, kalsium hidroksida 30% asam klorida, kloroform, asam asetat, nitroprusit, asam nitrat, dan sampel yang akan diuji.

VI.  PROSEDUR KERJA    :
A.      Uji adanya C dan H
·      Disiapkan satu tabung reaksi yang bersih dan kering, kemudian dimasukkan kedalam 2 spatula glukosa yang kering dan 2 spatula serbuk tembaga (II) oksida (CuO). Diguncangkan tabung sehingga kedua zat itu bercampur.
·      Diambil gelas kimia dan dimasukkan 30 ml larutan Ca(OH)2 30% dan ditutup dengan sumbat gabus.
·      Dihubungkan tabung reaksi dengan gelas kimia dengan pipa bengkok, kemudian tabung reaksi dirangkai pada statif dan klem.
·      Dipanaskan tabung reaksi perlahan-lahan hingga terjadi reaksi, diamati perubahan yang terjadi pada gelas kimia yang berisi larutan Ca(OH)2 30%.
·      Diulangi dengan menggantikan sukrosa dengan tepung terigu.

B.       Uji adanya phosphor
·      Dilarutkan 5 gram detergen dengan 600 ml aquadest lalu disaring.
·      Diambil 50 ml filtrat  diatas, lalu ditambahkan  50 ml HCL 1N, lalu dipanaskan.
·      Dibuat larutan ammonium molibdat dengan cara:
-  5 gram ammonium molibdat + 14 ml aquadest                                                                         
-  5 gram asam tartarat + 14 ml aquadest
-  29,5 ml HNO3/p + 40 aquadest
-  campuran ini diinkubasi pada 40 C selama 30 menit
·      dilarutkan ammonium molibdat yang terjadi kemudian dicampurkan dengan 50 ml larutan filtrat ditergen yang telah ditambah 50 ml HCL 1N pada cara kerja kedua dari larutan pada cara kerja b.

C.  Uji adanya Halogen (Uji Beilstein)
Dipanaskan kawat tembaga pada pembakar sampai nyala tidak berwarna lagi. Didinginkan kemudian dibasahkan dengan kloroform, dipanaskan lagi dan diamati warna yang timbul.

VII.     HASIL PENGAMATAN
A.  SEBELUM PERCOBAAN
No
NAMA BAHAN
BENTUK
WARNA
1.
Larutan air kapur + indikator  PP
Cair
Ungu
2.
CuO
Serbuk
Hitam
3.
HCl
Cair
Tidak berwarna
4.
Ca(OH)2
Larutan
Putih
5.
Detergen
Serbuk
Putih
6.
(NH4)2 MoO4
Kristal
Putih
7.
Cu
Logam
Coklat
8.
Kloroform
Cair
Tidak berwarna
9.
Tembaga
Padat
Hitam
10.
Asam benzoate
Serbuk
Putih
11.
Aquadest
Cair
Tidak berwarna
12.




A.  SESUDAH PERCOBAAN
a.    Uji adanya Cdan H
Ø Indicator PP + air kapur → warna ungu
Ø C6H5COOH (Halus) + CuO di hubungkan ke tabung reaksi berisi indikator PP + air kapur ∆→ bau dan gas ( C dan H)
Ø C6H5COOH + CuO setelah di panaskan → warna hijau
Ø Ditabung reaksi menimbulkan gelembung-gelembung karbon dioksida (CO2)  dan → endapan putih

b.   Uji adanya phosphor
Ø Larutan detergen 50 mL + HCl 50 mL dipanaskan sampai 400 C dan di aduk-aduk + (NH4)2MoO4 → Warna kuning

c.    Uji adanya halogen
Ø Tembaga di panaskan → tidak berwarna di celupkan kedalam larutan CHCl3 (kloroform) kemudian di panaskan lagi apinya berwarna hijau

VIII. REAKSI PERHITUNGAN
Ø C6H12O6 + O2 → Cu2(g) + H2O
Ø Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3(S) + H2O


IX.  PEMBAHASAN                        :
Di awal percobaan kami pertama-tama ke dalam tabung reaksi di teteskan indicator PP dan di tambahkan air kapur lama-kelamaan berubah warna menjadi ungu, warna ungu dalam larutan ini menandakan bahwa air kapur itu mengandung basa. Larutan berwarna ungu ini kemudian di sisihkan. Untuk selanjutnya asam benzoate sebanyak 2 spatula di masukkan ke dalam Erlenmeyer kemudian di haluskan dengan menggunakan spatula lalu di tambahkan serbuk CuO (tembaga(II) oksida) yang berwarna hitam (CuO) di isi sebagai katalis.kemudian di tutup dengan gabus penutup yang sudah di pasang pipa bengkok yag di hubungkan ke dalam tabung reaksi yang berisi air kapur yang sudah di tambah indicator PP tadi. Baru kemudian erlenmeyernya di panaskan dalam beberapa detik menimbulkan bau dan keluar gas serta menghasilkan Kristal-kristal gas yang menempel di dinding Erlenmeyer dan adanya uap air yang menandakan adanya hidrogrn di dlam campuran tersebut. Kemudian di dalam tabung reaksi menimbulkan gelembung-gelembung menandakan adanya karbon. Setelah di matkan api dan di angkat pipa bengkoknya dari tabung reaksi, larutan di dalam tabung reaksi menimbulkan endapan putih, endapan putihnya dalah CaCO3.
Di dalam percobaan ke dua yaitu menguji adanya phosfor, langkah pertama di larutkan detergen dalam 600 mL air ke dalam gelas kimia, kemudian di  saring sebanyak 50 mL ke dalam gelas kimia lalu di tambahkan asam klorida sebanyak 50 mL baru kemudian di panaskan sambil di aduk-aduk hingga panasnya mencapai 400 C (di ukur dengan thermometer) lalu di angakat larutannya dari api yang kemudian di tambahkan ammonium molibdat sehingga menghasilkan perubahan warna menjadi kuning menandakan adanya phosphor di dalam detergen.






Selanjutnya pembuktian adanya halogen. Di dalam pembuktian ini, pertama di ambil tembaga (kawat tembaga) lalu di jepit dengan penjepit baru kemudian di panaskan sampai tidak berwarna lagi kemudian di celupkan ke dalam gelas kimia yang berisi larutan kloroform yang bening kemudian di panaskan lagi sehingga menghasilkan api yang berwarna hijau ketika di panaskan tembaga yang sudah di celupkan ke kloroform tadi apinya menimbulkan warna hijau, di dalam percobaan ini menandakan adanya unsure halogen yang terdapat di dalam tembaga.

X. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa :
1.        Unsure hidrogen terdapat juga di dalam asam benzoate yang di campur dengan tembaga dua oksida yang dipanaskan, yang di tandai dengan adanya cairan dan uap yang timbul, dan timbulmnya gelembung-gelembung pada campuran air kapur dan indicator PP menandakan adanya unsure C di dalamnya
2.        Pencampuran larutan detergen dan asam klorida setelah di panaskan dan di tambah ammonium moloibdat menghasikan warna kuning yang menandakan larutan itu mengandung phosphor di dalam detergen
3.        Tembaga yang di panaskan kemudian di celupkan ke cairan kloroform dan di panaskan lagi menghasilkan warna api berwarna hijau yang menandakan adanya halogen pada tembaga.






I.     JUDUL PERCOBAAN : MENGENAL SIFAT-SIFAT HIDROKARBON
II.  TANGGAL PERCOBAAN : 9 Maret 2012
III.   TUJUAN PERCOBAAN : Mengenal Sifat-sifat dan Pembuatan Senyawa  
                                                     Hidrokarbon
IV.   DASAR TEORI                            :
Menurut parlan (2005 : 11) Menyatakan bahwa, “Sifat-sifat fisika dan kimia senyawa organik golongan alkana, yaitu salah satu jenis dari kelompok hidrokarbon alifatik, yang dimaksud hidrokarbon adalah senyawa organik yang molekulnya tersusun dari atom-atom karbon dan hidrogen. Ada 3 golongan senyawa yang termasuk hidrokarbon, yaitu hidrokarbon alifatik (alkana, alkena, alkuna), hidrokarbon alifatik (sikloalkana, sikloalkena), dan hidrokarbon aromatic (benzene dan turunanya).”
Menurut Hart (2003 : 51) Menyatakan bahwa, “Dua sumber alkana yang paling penting ialah minyak bumi (petroleum) dan gas alam (natural gas). Minyak bumi merupakan cairan campuran senyawa organik yang rumit, sebagian besar berupa alkana atau sikloalkana. Gas alam, sering dijumpai dengan deposit minyak bumi, terutama terdiri atas metana (sekitar 80%) dan etana (5 sampai 10%), dengan sedikit alkana yang lebih tinggi.”
Menurut foliatini (2009 : 262) Menyatakan bahwa, “Senyawa hidrokarbon alifatik banyak terdapat dalam minyak bumi dan gas alam. Minyak bumi terbentuk dari endapan sisa zat organik dari binatang laut atau mikroorganisme yang masuk kedalam rongga pori-pori berbentuk yang berisi air laut, gas alam terbentuk dari pelapukan tumbuhan purba dan umumnya terkandung dalam sumber yang sam dengan minyak mentah.”







V.  ALAT DAN BAHAN
A.  ALAT
Alat-alat yang digunakan dalam pratikum adalah timbangan, gelas ukur, pipet, kertas saring, tabung reaksi, tabung reaksi pipa samping, selang dan sumbat gabus.

B.BAHAN
Bahan-bahan yang di gunakan dalam praktikum adalah kerosin, asam sulfat pekat, asam nitrat, natrium hidroksida 1 M, kalsium karbida, minyak tanah, bensin, oli dan lilin.

VI.   PROSEDUR KERJA
1.    Reaktifitas senyawa alkana
a.    Di masukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi, masing-masing 2 mL kerosin. Pada tabung pertama di tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat, dan pada tabung ke dua di tambahkan 5 tetes asam nitrat pekat, tabung ke tiga di tambahkan NaOH 1 M, kemudian di amati dan di catat apa yang terjadi
b.    Di ulangi percobaan (a) tapi keosin di ganti dengan minyak paraffin.

2.    Pembuatan gas asetilena
a.    Di masukkan beberapa butir pecahan kalsium karbida ke dalam tabung reaksi pipa samping ( tabung harus betul-betul kering)
b.    Di pasang selang lebih kurang 25 cm pada pipa tersebut, dan ujung selang di tempatkan pada air brom yang ada dalam tabung reaksi biasa
c.    Di pasang sumbat gabus pada tabung reaksi pipa samping yang di selipkan pipet tetes di tengah sumbat dan pipet tetes di isi penuh dengan air
d.   Di reaksikan karbid dengan air dengan cara meneteskan air pada butiran karbid apa yang terjadi? Diamati dan apa yang terjadi dalam tabung berisi air brom.

3.    Menguji sifat fisis senyawa karbon
a.    Di sediakan minyak tanah, minyak bensin, oli dan lilin masing-masing 4 mL
b.    Kemudian masing-masing di timbang
c.    Di tentukan massa jenis zat-zat tersebut.

VII.     HASIL PENGAMATAN
A.  SEBELUM PERCOBAAN
No
NAMA BAHAN
BENTUK
WARNA
1.
Minyak tanah/ kerosin
Cair
Tidak berwarna
2.
H2SO4
Cair
Tidak berwarna
3.
HNO3
Cair
Tidak berwarna
4.
NaOH
Cair
Tidak berwarna
5.
CaC2 (Karbid)
Padat
Abu-abu
6.
Air brom
Cair
Ku ning













B.  SESUDAH PERCOBAAN
1.    Reaktifitas senyawa alkana
Ø Tabung 1 : kerosin + H2SO4 Pekat → larutan terpisah/tidak menyatu berwarna coklat
Ø Tabung 2 : kerosin + HNO3 → larutan terpisah lama kelamaan warnanya berubah jadi kuning
Ø Tabung 3 : kerosin + NaOH → larutan terpisah karena NaOH bersifat basa dan tidak berwarna

2.    Pembuatan gas asetilena
Ø CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2 (gas)
Ø CaC2 + H2O → H2O + pp → Pink keunguan

3.    Menguji sifat fisis senyawa karbon
Berat kosong pikno = 16 gram
Berat isi = 35,3 gram
Massa = berat isi – berat kosong = 35,5 gram – 16 gram = 19,3 gram
Volume =  = 0,772
Air
Massa = 35,3- 24,7 = 0,98(1)
Volume = 0,98

VIII.  REAKSI PERHITUNGAN
Ø CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2




IX.   PEMBAHASAN
Telah dilakukan percobaan mengenai percobaan reaktifitas senyawa alkana di sediakan tiga buah tabung reaksi yang masing-masing di isi dengan kerosin 2 mL, lalu pada tabung pertama di masukkan H2SO4 Pekat kira=kira 5 tetes menghasilkan latutan, tidak berwarna, kemudian pada tabung ke dua ditambahkan 5 tetes HNO3 pekat menghasilkan larutan tidak berwarna dan pada tabung ke tiga di tambahkan NaOH 1 M sehingga menghasilkan larutan tidak berwarna, hal tersebut menandai bahwa larutan tersebut bersifat paraffin sehingga sukar bereaksi dengan zat lain.
Kemudian pada percobaan pembuatan gas asetilena disediakan tabung reaksi kemudian di isi dengan 6 mL air brom, kemudian di ambil Erlenmeyer lalu di isi karbid secukupnya, lalu di tutup dengan sumbat gabus dan di hubungkan dengan tabung reaksi dengan menggunakan pipa bengkok, lalu pada Erlenmeyer di isi air aquadest sehingga menghasilkan gas asetilena, sedangkan air brom pada tabung reaksi lama kelamaan memudar hungga tidak berwarna lagi. Pada Erlenmeyer di tetesi indicator PP untuk membuktikan adanya kandungan basa yang terkandung yaitu : Ca(OH)2
Dan pada percobaan menguji sifat fisis senyawa karbon, mula-mula di timbang terlebih dahulu berat kosong pikno meter (alat untuk menguji massa). Kemudian di masukkan kerosin hingga penuh dan kemudian di timbang hingga di dapat hasil/nilai yang akurat.

X.  KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat di simpulakan bahwa :                                                                      
1.    Hidrokarbon bersifat paraffin yaitu sukar bereaksi dengan  zat lain
2.    Pada percobaan pembuatan gas asetilena air brom dalam tabung reaksi lama kelamaan berubah warna dari kuning menjadi tidak berwarna di sebabkan adanya pemutusan ikatan hidrokarbon
3.    Pikno meter merupakan alat yang di gunakan untuk menguji massa.

I.     JUDUL PERCOBAAN               :KONFORMASI DAN GEOMETRIS
ISOMERI
II.  TANGGAL PERCOBAAN       : 16 maret 2012
III.   TUJUAN PERCOBAAN         : Penentuan isomer konformasi dan isomeri                     
geometris pada beberapa senyawa organik sederhana
IV.   DASAR TEORI                         :
Menurut Http ://www.chem-is-try.org/ (di akses tanggal 15 februari 2012)mengatakan bahwa,“ konformasi adalah sebuah bentuk stereosomerisme dari molekul-molekul dengan rumus sruktural yang sama namun konformasi yang berbeda oleh karena rotasi atom pada ikatan kimia. Konformer yang berbeda dapat saling berubah dengan melakukan rotasi pada ikatan tunggal tanpa memutuskan kimia.Keberadaan lebih dari satu konformasi biasanya dengan energi yang berbeda dikarenakan oleh rotasi hibridisasi orbital SP3 tom karbon yang terhalang. Terdapat dua bentuk isomerisme konformsi yang penting, yaitu : konformasi alkana linear dengan konformasi anti tindih dan gauce, konformasi sikloheksana dengan konformer kursi dan perahu. Konformasi tidak hanya berlaku pada struktur alifatik tetapi juga pada struktur siklik. Yang menarik dari konformasi struktur siklik dapat dipelajari dari model sikloheksana. Dua konformasi ekstrem yang dapat dibuat adalah konformasi kursi dan konformasi perahu.
     Menurut Http://id.wikipedia.org/wiki/isomerisme_konformasi (diakses tanggal 15 februari 2012mengatakan bahwa, “ isomerisme geometrik adalah istilah lama yang sudah tidak digunakan lagi dan merupakan sinonim dari “ isomerisme cis-trans”, terdapat dua isomerisme cis-trans yakni cis dan trans,ketika gugus sunstituen berorientasi pada arah yang sama diastereomer ini disebut cis sedangkan ketika substituen berorientasi pada arah yang berlawanan diastereomer ini disebut sebagai trans,Contoh molekul hidrokarbon yang menunjukkan isomerisme cis-trans adalah 2-butena.

     Menurut fessenden dan fessenden (121 : 1997)mengatakan bahwa, “ untuk mengemukakan konformasi akan digunakan tiga jenis rumus-rumus dimensional rumus bola dan pasak dan proyeksi newman, suatu proyeksi newman adalah pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon saja dalam molekul itu.ikatan yang menghubungkan kedua atom ini tersembunyi. Ketiga ikatan dari karbon depan tampak menuju kepusat proyeksi dan ketiga ikatan dari karbon belakang hanya tampak sebagian.

V.  ALAT DAN BAHAN
A.  ALAT       
     Alat-alat yang digunakan dalam praktikuma adalah Perangkat model molekul
dan molimod
B.  BAHAN    
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum adalah Perangkat model molekul dan molimod

VI.  PROSEDUR KERJA  
a.    Isomeri konformasi
1.    Membuat konformasi untuk senyawa etana
·      Ambil 2 buah model atom C dan 6 buah model atom H
·      Dihubungkan antara atom C satu dengan atom C lain menggunakan pasak
·      Dipasangkan pasak lain pada lubang yang tersisa kemudian pasang semua atom H yang ada
·      Diarahkan atom H pada C sejajar dengan arah atom pada C, ( gambarkan konformer yang terbentuk pada jurnal praktikum anda dengan penggambaran pelana kuda dengan rumus proyeksi newman. Sebutkan nama konformen  yang terbentuk
·      Diputarkan ikatan C-C sebesar 60oC. Gambarkan konformer yang terbentuk pada jurnal praktikum anda dengan penggambaran pelana kuda dengan rumus proyeksi newman. Sebutkan nama konformen  yang terbentuk
·      Diputarkan ikatan C-C sebesar 60oC lagi dari cara kerja e (Gambarkan konformer yang terbentuk pada jurnal praktikum anda dengan penggambaran pelana kuda dengan rumus proyeksi newman). Sebutkan nama konformen  yang terbentuk.
Berdasarkan cara kerja nomor 1. Buatlah konformasi untuk senyawa :
·      Propana
·      n-butana
·      sikloheksana
·      1,2- dikloroetana
2.    Isomer geometri
Ulangi prosedur 1, untuk senyawa senyawa berikut :
a.    2-butena
b.    1,2-dikloroetana
c.    1,2-diklorosiklopropana
d.   1-bromo-3-klorosiklobutana

VII.HASIL PENGAMATAN
A.  SEBELUM PERCOBAAN        :
NO
NAMA BAHAN
BENTUK
WARNA
1
molimod
-
-














B.  SESUDAH PERCOBAAN         :
a.    Etana ( C2H6)
                   

Bentuk-bentuk konformasi dari               :      

1.    Etana ( C2H6)
                        
                                                                        Diputar 600c
2.    Propana ( C3H8)


3.    n-butana
4.    sikloheksana
Model kursi
5.    1,2 dkloroetana





IX. PEMBAHASAN                        
     Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan untuk membuat konformasi pada senyawa etana, pertama diambil 2 buah model atom C dan 6 buah model atom H kemudian dihubungkan antara antara atom C yang satu dengan atom C lain menggunakan pasak hingga terbentuk konformasi dari etana, kemudian etana diputar 60oC hingga terbentuk konformasi yang beda dari etana, proses pembuatan konformasi pada propana, n- butana, sikloheksana, 1,2 dikloroetana sama dengan pembuatan konfomasi pada etana
     Konformasi dapat dibuat dengan berbagai bentuk seperti proyeksi newman, kuda-kuda, dan sebagainya. Pembuatan isomer geometri pada senyawa-senyawa sama dengan pembuatan konformasi


X.  KESIMPULAN   
Berdasarkan praktikum diatas dapat diambil kesimpulan :
1.    Konformasi dapat dibuat dengan cara rumus dimensional, rumus bola dan
Pasak dan proyeksi newman
2.    Konformasi adalah sebuah bentuk dari molekul-molekul dengan rumus struktur yang sama namun konformasi yang beda
3.    Isomeri geometrik adalah isomerisme cis-trans yaitu cis dan trans











I.     JUDUL PERCOBAAN               : REAKSI-REAKSI UMUM SENYAWA                                                                                                                                
              ORGANIK.
II. TANGGAL PERCOBAAN       : 13 april 2012
III.TUJUAN PERCOBAAN           :Menguji reaksi adisi dan reaksi substitusi dengan kimia organik
IV. DASAR TEORI                         :
     Menurut foliatini ( 2009 : 261)mengatakan bahwa, “ reaksi substitusi yaitu
reaksi penggantian misalnya atom H diganti dengan Cl. Contohnya CH4 + Cl2
CH4Cl- + HCl. Dan reaksi adisi yaitu reaksi penambahan. Misalnya ikatan
rangkap dua diputus dan ditambahkan atom H sehinnga jumlah atoh H bertambah.
Contoh :
C2H4 +  H2→ C2H6
CH3 – CH =CH2 + HCl → CH3 –CH-CH2
                                                       Cl     H
Perkecualian yaitu pada reaksi ( alkena + HBr ) dengan adanya O2/H2O3
CH3−CH =CH3 + HBr →CH3− CH−CH2
                                                     H       Br
Reaksi eliminasi yaitu reaksi penghilangan misalnya penghilangan gugus Cl dari suatu rantai. Reaksi oksidasi yaitu reaksi dengan oksigen atau oksidator lain sehingga terjadi kenaikan bilangan oksidasi.
     Menurut phi­_beta (2009 :19)mengatakan bahwa, “ polimerisasi adalah
penggabungan molekul-Molekul sejenis (monomer-monomer) membentuk
makromolekul yang rantainya sangat panjang. Polimerisasi ada 2 cara
:polimerisasi adisi yaitu monomer yang mempunyai ikatan rangkap C=C .reaksi-
reaksi asam dan ester : penetralan RCOOH + NaOH, esterifikasi dan hidrolisis.
     Menurut fessenden ( 1997 : 190 ), “ terdapat dua macam halida yang berbeda
Darialkil halida dalam sifat pada reaksi SN 1 dan SN 2 yakni halida alilik dan
halida benzilik. CH3=CH−CH2− (gugus alil ) dan CH2=CHCH2Cl ( 3-kloro-1
propena)( alil klorida).


V.ALAT DAN BAHAN
A. ALAT       
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalahTabung reaksi,Rak tabung reaksi, Pipet tetes
B.BAHAN     
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum adalah Minyak kelapa, Senyawa organik tak jenuh, Air brom dalam CCl4,Larutan KMnO4, Benzena, Etanol

VI.   PROSEDUR KERJA   
1.    Reaksi adisi
a.    Uji brom
Sebanyak 1 mL minyak kelapa dimasukkan kedalam tabung reaksi, masukkan
5 tetes air bromin. Perubahan warna larutan selama 10 menit setelah warna brom hilang tambahkan air brom terus menerus sampai warna air bromin tidak berubah.
b.    Uji baeyer
Sebanyak 1 mL minyak kelapa dimasukkan kedalam tabung reaksi, masukkan
3 tetes KMnO4 2 % Kedalam campuran tersebut. Kocok dan perhatikan perubahan warna yang .lakukan penambahn terus-menerus hingga warna larutan KMnO4 tidak berubah lagi.
2. reaksi sunstitusi
·      Sebanyak 2 mL benzena dimasukkan kedalam tabung reaksi, tambahkan
3 tetes air bromin, letakkan pada panas matahari, amati perubahan warna yang terjadi.
·      Dengan cara yang sama benzena yang telah ditambahkan air bromin letakkan pada ruang gelap.
·      Cara kerja diatas diulang dengan menggantikan benzena dengan n-heptana.amati perubahan warna bromin.



VII.     HASIL PERCOBAAN
A.  SEBELUM PERCOBAAN        :
NO
NAMA BAHAN
BENTUK
WARNA
1
Minyak kelapa
cair
keruh
2
Br
cair
Tidak bewarna
3
KMnO4
cair
ungu
4
Brom
cair
orange
5
Benzena
cair
Tidak bewarna

B.  SESUDAH PERCOBAAN        
a.    Reaksi adisi
Tabung I = minyak kelapa + air brom → larutan bewarna kuning lama-kelamaan tidak bewarna.
Tabung II = minyak kelapa + KMnO4 →larutan bewarna ungu lama-kelamaan jadi coklat hingga tidak bewarna.
b.    Reaksi substitusi
Tabung I= benzena + air brom  → dipanas matahari larutan menjadi kuning jernih
Tabung II = benzena + air brom → ditempat gelap larutan bewarna kuning keruh.

VIII.  REAKSI PERHITUNGAN







IX.   PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan pada reaksi adisi dengan uji
Brom pada tabung pertama ditambahkan minyak kelapa sebanyak 1 mL kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 tetes air brom diamati perubahan warna selama 10 menit menghasilkan larutan bewarna kuning lama-kelamaan tidak bewarna. Pada tabung yang kedua ditambahkan minyak kelapa dan diteteskan 3 tetes larutan KMnO4 2% kedalam campuran tersebut menghasilkan larutan bewarna ungu ditetesi lagi KMnO sehingga larutan bewarna coklat dan lama kelamaan tidak bewarna lagi.
Pada reaksi substitusi, pada tabung reaksi yang pertama dimasukkan 2 mL benzena dan ditambahkan 3 tetes air bromin diletakkan dipanas menghasilkan larutan kuning jernih, dan pada tabung reaksi yang kedua diletakkan ditempat gelap,larutan yang dihasilkan bewarna kuning keruh sehingga larutan yang ditempatkan dibawah panas matahari lebih cepat bereaksi dibandingkan ditempat gelap yang reaksinya lama.

X.  KESIMPULAN    :
1.    Pada uji brom minyak kelapa ditambahkan air brom menghasilkan larutan bewarna kuning yang lama-kelamaan menjadi tidak bewarna.
2.    Pada uji baeyer minyak kelapa dan KMnO4 2 % menghasilkan warna ungu lama kelamaan warnanya hilang.
3.    Pada reaksi substitusi larutan yang diletakkan dipanas matahari lebih cepat bereaksi dari pada yang diletakkan ditempat gelap lebih lambat bereaksi.

DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2004. General Chemistry. Jakarta : Erlangga.
Firman, Harry. Kimia SMA . Jakarta : Pustaka perbukuan. 2000.
Fessenden Ralph, Fessenden joan.j.1997.dasar-dasar kimia organik.
      Bina aksara :jakarta.
Foliatini.2010.buku pintar kimia SMA.wahyu media : jakarta.
Goldberg, David. E. 2005. Kimia untuk pemula. Jakarta : Erlangga. Tim Eramedia. 2008. Kamus Pintar Kimia. Publisher Eramedia.
Parlan dan Wahjudi. Kimia Organik 1. Malang : UNM. 2005.
Http://www.chem-is-try.org( diakses tanggal 15 februari 2012)
( diakses tanggal 15 februari 2010)



                       




           











1 komentar:

  1. ana sekarang dan Nanti mengatakan...:

    terima kasih atas kunjungannya

Poskan Komentar